Jumat, 15 September 2017

Cara Mengatasi Anemia Dengan Makanan Penambah Darah

Tags

Pernahkah tubuh kamu merasa mudah lemas dan wajah menjadi pucat? Bisa jadi itu merupakan gejala tubuh kekurangan darah. Kurang darah pada tubuh dapat disebabkan karena kurangnya konsumsi zat besi dan menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup. Hemoglobin merupakan metaloprotein yang berfungsi untuk mengantar oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Cara Mengatasi Anemia - sindonews.com

Kebutuhan Zat Besi Berdasarkan Usia

Kebutuhan zat besi tiap orang berbeda-beda, tergantung golongan usianya. Agar darah dalam tubuh dapat tetap normal, maka kamu harus memenuhi konsumsi zat besi yang cukup sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya.

Kebutuhan zat besi pada bayi
Setiap harinya, tubuh bayi  membutuhkan zat besi sekitar 11 mg. Agar mencegah terjadinya kurang darah pada bayi, usahakan untuk tetap memberikan bayi ASI sampai 12 bulan. Alasannya yaitu karena di dalam ASI terkandung zat besi yang bisa membentuk hemoglobin dan mencegah terjadinya anemia.

Saat bayi masih berusia di bawah satu tahun, usahakan untuk tidak memberikan susu yang bersumber dari sapi, kambing, dan kedelai. Karena diketahui bahwa jenis susu tersebut bukanlah sumber zat besi terbaik untuk bayi.

Ketika umur bayi sudah menginjak usia satu tahun, ibu bisa mulai mengurangi porsi susu pada bayi. Hal ini bertujuan agar bayi dapat mengkonsumsi zat besi dari sumber makanan lain. Selain itu, di usia enam bulan, ibu juga dapat mulai memperkenalkan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Kebutuhan zat besi pada balita dan anak-anak
Kebutuhan zat besi anak saat umur empat hingga delapan tahun, yaitu sebanyak 10 mg. Sedangkan untuk usia sembilan hingga tiga belas tahun membutuhkan 8 mg zat besi setiap harinya.
Jika umur buah hati ibu sudah lebih dari satu tahun dan kurang dari dua tahun, ibu sudah diperbolehkan untuk memberikan jenis susu selain ASI seperti susu sapi, kedelai, dan kambing. Namun ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu disarankan untuk tidak memberikan susu lebih dari 0,2 liter perharinya.

Sedangkan untuk usia lebih dari dua tahun, dianjurkan untuk mengganti susu dengan yang memiliki kandungan rendah lemak. Selain dari susu, zat besi juga bisa diperoleh dari roti, sereal dan daging tanpa lemak. Agar penyerapan zat besi dapat lebih optimal, jangan lupa untuk diselingi dengan konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Kebutuhan zat besi pada remaja dan orang dewasa
Tubuh seorang pria remaja membutuhkan 11 mg zat besi setiap harinya, sedangkan pada wanita remaja membutuhkan zat besi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 15 mg. Saat di usia dewasa, kebutuhan zat besi pria menurun menjadi 8 mg perharinya, namun pada wanita justru cenderung meningkat, yaitu sekitar 18 mg (akan mengalami penurunan saat memasuki menopause).

Sumber Zat Besi Penambah Darah

Berdasarkan sumbernya, zat besi dibedakan menjadi dua, yaitu heme dan non-heme. Heme merupakan jenis zat besi yang berasal dari sumber hewani, seperti daging merah dan ikan. Sedangkan non-heme merupakan zat besi yang bisa diperoleh dari nabati atau tumbuhan, contohnya yaitu pada biji-bijian, bayam, kentang, dan beragam jenis sayur buah lainnya.

Dibandingkan dengan zat besi non-heme, zat besi heme diketahui dapat lebih mudah diserap oleh tubuh. Agar penyerapan zat besi dapat lebih optimal, dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C seperti pada jeruk, brokoli, dan lain-lain.

Daftar Makanan Penambah Darah

Untuk dapat mencegah dan mengatasi anemia, maka dibutuhkan asupan makanan yang kaya akan kandungan zat besi agar darah dapat kembali meningkat. Berikut adalah beberapa jenis makanan untuk menambah darah yang telah penulis rangkum agar dapat memudahkan kamu.

1. Pepaya
Selain memiliki rasa yang lezat, buah pepaya ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Salah satu manfaatnya yaitu dapat meningkatkan darah dalam tubuh. Hal ini dikarenakan buah pepaya kaya akan kandungan vitamin C, zat besi, dan vitamin B9 (asam folat). Kandungan tersebut dapat membantu dalam membentuk hemoglobin.

2. Stroberi
Siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Buah yang memiliki bentuk mungil dan rasa asam ini, ternyata memiliki kandungan vitamin C, zat besi, serta antioksidan yang berguna untuk mengatasi masalah kurang darah. Jika kamu tidak suka untuk mengkonsumsi stroberi secara langsung, kamu juga bisa mengolah stroberi menjadi bentuk minuman seperti jus.

3.  Jambu biji
Jambu biji merupakan jenis buah yang sudah terlebih dahulu dikenal karena khasiatnya yang dapat menambah trombosit dalam tubuh. Selain itu, ternyata jambu biji juga memiliki manfaat untuk menambah hemoglobin pada penderita anemia. Hal tersebut tentu saja tidak lepas karena jambu biji mengandung beragam kandungan untuk membentuk hemoglobin seperti zat besi, vitamin C, vitamin A, dan vitamin B1.

4. Buah naga
Buah selanjutnya yang memiliki khasiat untuk mencegah dan mengatasi anemia yaitu buah naga. Buah  ini tidak hanya dapat mengatasi kekurangan darah saja, namun juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan lain-lain.

5. Mangga
Rasa segar, asam, dan manis yang dimiliki oleh buah manga, membuat banyak orang gemar untuk memakannya. Buah mangga kerap dikonsumsi langsung, ataupun dibuat menjadi beragam olahan, seperti manisan, jus, pudding, dan lain-lain.

Namun, tahukah kamu bahwa dibalik rasa nikmat mangga ternyata menyimpan banyak kandungan yang bermanfaat untuk mengatasi beragam penyakit. Di dalam buah mangga terkandung vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, magnesium, kalsium, zink, zat besi, dan masih banyak lagi.

6. Pisang
Salah satu kandungan pisang yang sudah sering dikemukakan, yaitu potassium. Kandungan potassium pada pisang berperan sebagai antioksidan alami yang memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan menjaga tubuh agar tetap bebas dari serangan radikal bebas.

Para peneliti terus melakukan penelitian pada buah pisang secara mendalam, hingga akhirnya terungkap sudah bahwa pisang juga memiliki kandungan zat besi. Jika kamu mengalami anemia, makanlah pisang setiap hari minimal satu buah agar hemoglobin pada tubuh kamu dapat meningkat.

7. Jeruk
Buah jeruk sudah dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat sebagai jenis buah-buahan dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Selain itu, ternyata jeruk juga kaya akan kandungan lainnya, seperti vitamin b dan kandungan mineral (zat besi, asam folat, fosfor, dan kalsium).

8. Bayam
Bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang khasiatnya sangat popular, terutama dalam mengatasi kurang darah pada tubuh. Hal ini dikarenakan sayur bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sehingga tak heran apabila sayur ini cukup ampuh dalam mengatasi anemia.

Jika kamu hendak mengkonsumsi sayur bayam, ada baiknya untuk mengkonsumsi sesegera mungkin setelah sayur matang. Hindari untuk mengkonsumsi bayam di atas lima jam setelah diolah. Hal ini dikarenakan bayam yang telah didiamkan lebih dari enam jam, khasiat yang dimilikinya sudah tidak maksimal seperti saat baru selesai diolah dan bahkan bisa berpotensi menimbulkan bahaya bagi tubuh.

9. Alpukat
Alpukat merupakan jenis buah yang cukup banyak digemari oleh banyak orang. Selain memiliki citra rasa yang lezat, buah alpukat juga memiliki beragam kandungan nutrisi, seperti vitamin A, B1, C, zat besi, fosfor, kalsium, dan tentunya memiliki kandungan lemak tak jenuh.

10. Sawi
Selain bayam, sayuran lainnya yang dapat mengobati anemia atau kekurangan darah yaitu sayur sawi. Umumnya sawi kita kenal menjadi dua jenis, yaitu sawi hijau dan sawi putih. Lantas apakah kedua jenis sawi ini sama-sama baik untuk penderita anemia?

Untuk dapat meningkatkan hemoglobin tubuh, penderita anemia lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis sawi hijau. Hal ini disebabkan karena sawi hijau memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sawi putih. Selain itu, sawi hijau juga memiliki kandungan magnesium, fosfor, kalium, potassium, dan lain-lain yang baik untuk kesehatan tubuh.


EmoticonEmoticon